rss
email
twitter
facebook

Senin, 28 Juni 2010

Sinusitis - Pengobatan yang dapat dilakukan
















  • Saline nasal spray, yang Anda semprot ke hidung Anda beberapa kali sehari untuk membilas bagian hidung Anda.
  • Nasal corticosteroids. Semprot hidung ini membantu mencegah dan mengobati peradangan. Contohnya termasuk fluticasone (Flonase), budesonide (Rhinocort Aqua), triamsinolon (Nasacort AQ), mometasone (Nasonex) dan beclomethasone (Beconase).
  • Oral atau kortikosteroid disuntikkan. Obat-obat yang digunakan untuk meredakan peradangan dari sinusitis parah, terutama jika Anda juga memiliki polip hidung. Contohnya termasuk prednisone dan methylprednisolone. Oral corticosteroids dapat menyebabkan efek samping yang serius bila digunakan jangka panjang, jadi mereka hanya digunakan untuk mengobati gejala asma parah.
  • Dekongestan. Obat-obat ini tersedia dalam over-the-counter (OTC) dan resep cairan, tablet dan semprot hidung. Contoh dekongestan OTC oral termasuk Sudafed dan Actifed. Semprotan hidung termasuk phenylephrine (Neo-Synephrine) dan oxymetazoline (Afrin). Obat-obat ini umumnya hanya dilakukan untuk beberapa hari di sebagian besar, kalau mereka dapat menyebabkan kemacetan pengembalian yang lebih berat (kongesti rebound).
  • Lebih dari penghilang rasa sakit-the-counter seperti aspirin, asetaminofen (Tylenol, orang lain) atau ibuprofen (Advil, Motrin, orang lain). Karena resiko sindrom Reye's - penyakit berpotensi mengancam jiwa - tidak pernah memberikan aspirin kepada anak-anak.
  • Aspirin desensitisasi pengobatan, jika Anda memiliki reaksi terhadap aspirin yang menyebabkan sinusitis. Namun, perawatan ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti pendarahan usus atau serangan asma parah.

Antibiotik
Antibiotik kadang-kadang diperlukan untuk sinusitis jika Anda memiliki infeksi bakteri. Namun, sinusitis kronis biasanya disebabkan oleh sesuatu yang lain dari bakteri dan antibiotik tidak akan membantu.

Antibiotik digunakan untuk mengobati sinusitis kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri termasuk amoksisilin (Amoxil, Trimox, orang lain), doxycycline (Doryx, Monodox, orang lain) atau obat kombinasi trimetoprim-sulfametoksazol (Bactrim, Septra, orang lain). Jika infeksi tidak berkurang atau jika sinusitis datang kembali, dokter mungkin mencoba antibiotik yang berbeda.

Jika dokter Anda tidak meresepkan antibiotik, itu penting untuk mengambil seluruh kursus pengobatan. Secara umum, ini berarti Anda harus membawa mereka selama 10 sampai 14 hari atau lebih lama lagi - bahkan setelah gejala Anda menjadi lebih baik. Jika Anda berhenti mengambil mereka lebih awal, gejala Anda mungkin kembali.

Imunoterapi
Jika alergi berkontribusi sinusitis Anda, alergi tembakan (immunotherapy) yang membantu mengurangi reaksi tubuh terhadap alergen yang spesifik dapat membantu mengatasi kondisi tersebut.

Operasi
Dalam kasus yang terus menolak perawatan atau pengobatan, pembedahan sinus endoskopik dapat menjadi pilihan. Untuk prosedur ini, dokter menggunakan endoskopi, tabung tipis fleksibel dengan lampu terpasang, untuk mengeksplorasi bagian-bagian sinus Anda. Lalu, tergantung pada sumber obstruksi, dokter dapat menggunakan berbagai alat untuk menghapus jaringan atau mencukur lagi untuk polip yang menyebabkan hidung tersumbat. Memperbesar bukaan sempit sinus juga bisa menjadi pilihan untuk mempromosikan drainase.
untuk terapi di rumah

  • Istirahat yang cukup. Ini akan membantu tubuh Anda melawan infeksi dan pemulihan kecepatan.
  • Minum banyak cairan, seperti air atau jus. Ini akan membantu mencairkan sekresi mukosa dan meningkatkan drainase. Hindari minuman yang mengandung kafein atau alkohol, karena mereka bisa dehidrasi. Minum alkohol juga dapat memperburuk pembengkakan selaput sinus dan hidung.
  • Uap rongga sinus Anda. Menggantungkan handuk di kepala Anda saat Anda menghirup uap dari semangkuk air panas. Jauhkan uap diarahkan ke wajah Anda. Atau mandi panas, menghirup udara, hangat lembab. Hal ini akan membantu meringankan rasa sakit dan membantu menguras lendir.
  • Terapkan kompres hangat untuk wajah Anda. Tempat yang hangat, handuk basah di sekitar hidung, pipi dan mata untuk mengurangi nyeri wajah.
  • Bilas keluar lubang hidung Anda. Gunakan botol yang dirancang khusus meremas (Sinus Bilas, orang lain), lampu jarum suntik atau neti pot untuk membilas lubang hidung Anda. Rumah obat ini, disebut lavage nasal, dapat membantu membersihkan sinus Anda.
  • Tidur dengan kepala ditinggikan. Hal ini akan membantu mengeringkan sinus Anda.

Sumber:

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100413012133AAQ2MGb

Sinusitis dan Komplikasinya


Hati-hati lho, bila anak terkena pilek yang tak kunjung sembuh.
Segera periksakan ke dokter !

Apa, sih, sinusitis? Menurut Dr. Mohamad Djoko Waspodo, Sp.THT, dari RS International Bintaro, sinusitis merupakan penyakit infeksi yang mengenai sinus paranasal, yaitu rongga-rongga di sekitar hidung.

Sinusitis terjadi akibat komplikasi dari penyakit jalan nafas atas. Konon, penyakit ini merupakan penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Yang dimaksud dengan jalan nafas atas adalah hidung, tenggorokan, dan telinga. Sedangkan yang dimaksud jalan nafas bawah adalah paru-paru.

Sinusitis melatarbelakangi penyakit-penyakit lain seperti congek, sesak nafas/bronkhitis kronis, serta infeksi lambung kronis/gastritis kronis.


MUDAH MENYERANG ANAK

Sinusitis mudah menyerang anak-anak yang daya tahan tubuhnya kurang baik atau anak dengan gejala alergi yang menonjol sehingga mudah terjangkit batuk-pilek. Umumnya setelah menderita influenza, anak akan terkena komplikasi sinusitis.

Sinusitis terjadi sebagai akibat dari kesembaban selaput lendir hidung karena adanya infeksi virus influenza. Sehingga menimbulkan gangguan drainase (proses pengeringan lendir) hidung dan sinus. "Lendir menjadi tertahan, tak terbuang dengan baik, sehingga menimbulkan terjadinya infeksi bakteri yang bisa berlanjut menjadi sinusitis."

Infeksi yang terjadi di daerah sinus/rongga sekitar hidung ini akan menimbulkan gejala penyakit di sekitar hidung pula. Di sekitar hidung sendiri terdapat 4 pasang sinus paranasal. Yaitu, sinus maksila yang berada di pipi, sinus frontal di dahi, sinus etmoid di dekat mata, dan di belakang sinus etmoid terdapat sinus sfenoid.

Gejala sinusitis ditandai oleh rasa sakit di daerah dahi atau sebelah kepala. Juga terasa sakit di belakang kepala bila tengah berkonsentrasi. Selain itu akan keluar banyak dahak, terutama di pagi hari sewaktu menyikat gigi.


KRONIS SETELAH 3 BULAN

Jika tidak mendapatkan penanganan yang baik, setelah berlangsung 3 bulan, penyakit ini menjadi kronis. "Disebut kronis apabila timbul jaringan/polip pada sinus. Dengan timbul polip, hidung akan menjadi tersumbat dan muncul gangguan drainase. Akibatnya, pilek tak kunjung sembuh. Lendirnya turun ke tenggorokan dengan warna seperti susu." Tak heran jika kemudian si penderita sering mengeluarkan dahak. "Sementara dahak ini mengandung infeksi. Jadi, jelas berbahaya."

Komplikasi akibat sinusitis, terutama radang telinga tengah kronis yang dikenal dengan congek/kopok. "Hal ini terjadi akibat lendir masuk ke telinga, sehingga menjadi radang telinga tengah," terang Djoko. Gejala awalnya biasanya ditandai dengan menaiknya suhu badan anak dan memerahnya gendang telinga pendengarannya.

Congek yang tak kunjung sembuh bisa mengakibatkan tuli konduktif. Komplikasi ini terutama terjadi pada anak-anak karena jarak antara telinga dengan hidung pada anak relatif lebih pendek, sementara saluran yang menghubungkannya pun relatif lebih besar. Dengan demikian memudahkan penjalaran infeksi dari hidung ke telinga.

Komplikasi yang lebih fatal adalah terjadinya komplikasi ke selaput otak yang dikenal dengan radang selaput otak (meningitis). "Jika sudah ke taraf ini bisa membawa kematian." Gejalanya antara lain, muntah dan kejang-kejang.

Komplikasi lainnya adalah terjadinya radang saluran bronkhus kronis. Radang ini terjadi karena dahak masuk ke paru-paru, sehingga membuat si anak sesak nafas dan pusing. Hal ini bisa terjadi karena kelenjar adenoid/amandel, yaitu kelenjar getah bening yang terdapat di belakang hidung pada anak masih besar.

"Biasanya makin besar si anak maka kelenjar adenoidnya makin mengecil," jelas Djoko. Bila adenoid membesar, secara otomatis pembuangan lendir dari sinus akan terganggu.

Komplikasi bronkhus ini sering terjadi. Dikenal dengan istilah sino-bronkhitis, yaitu suatu penyakit radang sinus kronis yang mengakibatkan terjadinya bronkhitis kronis. Di mana radang bronkhus yang tak mau sembuh akibat tertular dengan sekret dari sinus.


PENCEGAHAN

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah sinusitis? "Jangan biarkan anak terserang flu." Bila terkena flu, segera diberikan pengobatan yang layak.

"Pada penderita flu, biasanya mendapat antibiotika dari dokter. Nah, yang sering terjadi kemudian, infeksi belum tuntas, obat sudah dihentikan. Hal ini bisa menyebabkan infeksi sinus menjadi kronis dan mudah menjadi kambuh apabila suatu ketika penderita tersebut terkena infeksi virus influenza."

Karena itu pemberian obat harus adekuat, cukup lama, dan dengan dosis tepat. Jika tidak, penyakit ini tak jua sembuh dalam waktu lama walaupun sudah memperoleh antibiotika yang adekuat. "Hal ini karena timbul jaringan polypoid yang menghalangi drainase atau menyumbat drainase sinus sehingga memudahkan terjangkitnya kembali sinusitis yang pernah menginfeksi sinusnya," jelas Djoko.

Harus diingat pula, untuk menghindarkan sinusitis berarti kita harus menghindari proses infeksi atau radang pada saluran pembuangan lendir. Radang itu bermula dari adanya sumbatan oleh sekat hidung bengkok dan alergi terhadap suatu zat alergen, misalnya alergi debu rumah yang mengandung sisa-sisa tungau atau udara yang dingin.

"Zat-zat alergen mengakibatkan pembengkakan mukosa hidung. Dan kemudian produksi lendir yang kental mengakibatkan terjadinya sumbatan, yang mengganggu drainase dan menjadi infeksi," ujar Djoko.

Sumbatan juga diakibatkan oleh pembesaran adenoid. Kadang-kadang adenoid ini tetap membesar. Inilah yang menimbulkan gangguan. "Sehingga untuk menghindarkan terjadinya sinusitis usahakan supaya keadaan itu tidak terjadi. Bila amandel itu terkena infeksi dan menjadi panas, artinya sering kambuh selama lima kali setahun sebaiknya amandelnya dibuang saja," kata Djoko.


PENGOBATAN

Sinus bisa ditanggulangi dengan cara operasi. Terlebih lagi dengan munculnya teknik-teknik operasi baru yang mempergunakan peralatan canggih seperti endoscope dan microscope dengan hasil yang lebih baik.

Yang perlu diingat, terang Djoko, "Operasi sinus tak perlu ditakutkan karena tak menimbulkan rasa sakit seperti operasi sinus sebelum era endoscopy." Selain itu, dalam operasi ini juga akan dilakukan bius total maupun lokal.

Endoscopy adalah suatu alat kecil panjang menggunakan lensa, semacam kamera yang dilengkapi dengan lampu untuk melihat, seperti penglihatan miksroskopik. Alat tersebut bisa didekatkan pada objek yang akan dioperasi dan bisa melihat sesuatu yang terhalang benda lain. "Alat tersebut dimasukkan ke dalam hidung, saluran yang sempit dan mempersiapkan pandangan yang cukup untuk bisa mengoreksi atau mengoperasi sehingga bisa memperbaiki penyumbatan, membuka atau menambal, serta menyumbat kembali dan mengatasi perdarahan yang terjadi."

Operasi dilakukan dengan metode FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery) yang sama sekali tak menyakitkan. "Diagnosa dilakukan melalui foto rontgen dan juga dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan lewat pemeriksaan darah, urine, dan dilakukan check up foto dada dan rekam jantung."

Pada waktu dilakukan bius total, penderita juga disuntik bius lokal sehingga saat tersadar tak akan merasa sakit. Penyumbatan hidung dilakukan hanya pada saluran pembuangan lendir sinus, dengan tali pada sumbatannya untuk memudahkan pencabutan.

Penderita pun tetap leluasa bernafas menggunakan hidung dan tak perlu disedot karena penderita bisa membuang ingus sendiri bila merasa tersumbat. Pada waktu mencabut tampon, sebelumnya juga akan diberikan suntikan melalui alat yang dipasang pada waktu penderita pertama kali mau dilakukan bius total. "Dengan demikian penderita tak merasakan sakit akibat jarum suntikan. Suntikan yang diberikan sebelum mencabut tampon adalah obat anti perdarahan dan obat anti sakit."

Dengan dilakukan prosedur operasi seperti ini maka sakit kepala, sakit belakang kepala, sakit tenggorok, dan gangguan karena sinusitis akan segera tuntas.

Selain itu, operasi pada anak tak bisa terlalu radikal. Dalam arti banyak mengambil jaringannya. Karena mereka dalam taraf pertumbuhan. "Jadi, ada syarat-syarat tertentu. Agar anak bisa tumbuh dan pembuangan lendir itu tetap terjaga kondisinya," jelas Djoko.

Penting diketahui, pengobatan semacam gurah sangat tidak dianjurkan. "Karena prosesnya dengan memasukkan suatu zat ke dalam hidung. Itu, kan, bisa merusak silia dan bagian-bagian lainnya. Jadi, pengobatannya tak bisa sembarangan."


Sumber:

http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg07456.html

Related Posts with Thumbnails