rss
email
twitter
facebook

Minggu, 21 Maret 2010

Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS)







Setelah diketahui kita menderita sinusitis dan polip dari pemeriksaan dokter dan pemeriksaan tambahan seperti foto rontgen/CT Scan sinus, biasanya pengobatan sinusitis dan polip sangat bergantung dari derajat ringan-beratnya penyakit, tapi pada umumnya pengobatan pertama adalah pemberian antibiotika dan anti peradangan, lebih kurang 2-3 minggu.

Kemudian dilakukan evaluasi apakah ada perbaikan yang berarti, jika dokter dan pasien merasakan tidak ada perubahan maka tindakan selanjutnya adalah operasi.


Jenis operasi juga banyak pertimbangannya, tergantung dari kondisi pasien dan keadaan berat penyakitnya.Jenis operasai sinus, ada yang hanya dilakukan pencucian (irigasi) di daerah sinus yang terkena, umumnya hanya pada daerah sinus maksilaris ( daerah pipi ).

Untuk sinus yang lain letaknya lebih sulit, biasanya resiko juga lebih besar, perlu tekhnik operasi yang yang lebih canggih dan keahlian yang tinggi.


Saat ini operasi banyak dilakukan menggunakan endoskopi, operasinya di sebut Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (BSEF) atau Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS). Di sini operasi memperbaiki sumbatan pada sinus-sinus yang terinfeksi. Pada tahun 1980-an terjadi suatu revolusi dalam bidang bedah sinus yang menyebabkan diciptakannya FUNCTIONAL ENDOSCOPIC SINUS SURGERY,atau disingkat FESS. Teknik bedah ini pertama kali diajukan oleh Messerklinger dan dipopulerkan oleh Stammberger dan Kennedy.

Kunggulan FESS adalah bahwa tindakan ini jauh kurang traumatis pada tubuh di bandingkan dengan teknik-teknik lain.Pasien tidak lagi “babak belur”,dan kerap kali tidak memerlukan tampon hidung.Mereka yang memang perlu dipasangin tampon hampir selalu dapat melepaskannya keesokan harinya.Perkembangan FESS dimungkinkan oleh adanya tiga kemajuan terpisah:endoskop hidung,CT scan sinus,dan konsep KOM.

Diciptakannya endoskop sinus menyebabkan ahli bedah memiliki teknik untuk mengakses sinus.Teleskop halus dengan resolusi tinggi ini memungkinkan visualisasi yang sangat baik terhadap bagian dalam hidung.Ahli bedah tidak lagi melakukan sayatan melalui gusi atau wajah ,tetapi kini dapat masuk melalui lubang hidung dan memperoleh gambar bagian dalam rongga hidung sinus yang terang dan telah diperbesar

Perkembangan yang pesat di bidang kedokteran juga membawa perubahan dalam penatalaksanan sinusitis. Tersedianya alat diagnostik CT scan telah membuat pencitraan sinus paranasal lebih jelas dan terinci, sedangkan dipopulerkannya pemakaian alat endoskop untuk operasi bedah sinus menciptakan tindakan pengobatan yang tidak radikal tetapi dapat lebih tuntas. Saat ini FESS populer sebagai teknik operasi terkini dalam penatalaksanaan sinusitis kronik, polip hidung, tumor hidung dan sinus paranasal, dan kelainan lainnya.
















Sumber:


http://d132a.wordpress.com/2008/06/04/bagaimana-mengobati-sinusitis-dan-polip/

http://materikedokteran.blogspot.com/2009/08/menyembuhkan-sinusitis-dengan-fess.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails